Skip to main content

aku .. tapi .. kau

Ingin ku maki kau, bodoh!
Sejak kau katakan yang tak perlu kau suarakan.
Yah!
Kau,yang bicara tadi.
Yang taktau untung.
Yang takpunya muka bersalah


coba saja,PIKIR!
darimana datang niat buruk itu?
kau diancamkah?
Apa?
Bakal dibunuhkah?
Apalagi?
Atau akan dikubur hidup-hidup?



Hei!
Kau kuat.
Bernyali.
Tak takut apa apa.
Kau pemberani.
Iya kan?


Bayangkan!
Apa jadinya dirimu?
Mentalmu.
Jangan pikirkan kami.




aaaaah!
Hatiku teriris karena kau.
Tapi takbisa benci kau.

Comments

Popular posts from this blog

Jatuh Cinta

Aku ingin jatuh cinta. Ya. Aku ingin jatuh cinta pada orang yang sama berkali-kali. Tanpa aku merasa resah, rasa ini menjadi berkurang dan berangsur menghilang. Memudar seiring waktu, menghilang tanpa jejak, hangus tak berbekas, tak terasa lagi. Aku ingin jatuh cinta pada waktu ketika kau tersenyum. Membuat duniaku berhenti sesaat. Merasakan sesuatu yang tak terkatakan, dan aku yang menentukan kapan waktu boleh berputar kembali. Demi terus melihat senyumnya. Bagiku, cinta itu tak perlu muluk-muluk. Tak perlu dia membuatkan masakan untukku setiap hari. Cukuplah sebaris kata, “selamat pagi” setelah mentari menyapa bumi. Menghangatkan hati yang terkadang beku oleh sinisnya malam hari. Lebih dari cukup, lukisan senyum dan sapaan, “selamat siang” , ketika fajar pergi dan berganti riuh manusia-manusia yang terjebak dunia serta segala keangkuhannya. Ketika senja tiba, kau tak perlu datang dengan banyak kata, cukup hadirmu saja, itu sudah lebih dari cukup. Aku terlalu melankolis ba...

Hai, Sandra

H ai, namaku Sandra. Ayahku seorang direktur sebuah peusahaan garment terkenal, sedangkan mama adalah seorang guru di sebuah SMA Negeri yang cukup favorit disini. Aku berumur 15 tahun. Aku punya seorang kakak laki laki, namanya Zakky. Dia sedang kuliah di Sidney, jurusan bisnis. Itu dipilihnya agar dia bisa ngelanjutin usaha ayah. Oke, cerita ini adalah tentang aku dan kehidupan ku. Sekarang aku baru lulus SMP. Dari TK aku sudah sekolah di sekolah swasta, maka aku meminta ke ayah untuk disekolahkan di SMA Negeri. Tok..tok..tok..

arti?

Denyar denyar darah di arteriku tersa menjerat Setan-setan dalam daging semakin menggoda. Rambut-rambut kulit tak lagi ramah menyapa Muka marah terlihat biasa Merah telah melekat dalam hatinya Jantung tak lagi berdebar bergetar Dalam detak detik waktu kala berbalik arah